art is truth -13

saya mendengar, lalu dilihat dan di rasakan. saya melihat, lalu didengar dan dirasakan. saya merasakan, lalu didengar dan dilihat.

Senin, 21 Desember 2009

Tikus dan Mie Instan

Sedang asik bermain komputer, dan sedang nikmat-nikmatnya mendengarkan lagu-lagu dari band-band terkenal di Indonesia dan luar negeri yang sudah saya beli dan sudah bisa saya paksa untuk bernyanyi kapan saja saya mau. Namun ada suara yang menggangu saya punya pendengaran dan itu berasal dari bawah meja seperti ada kehidupan disana. Tapi waktu diliat ngga ada apa-apa seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Ya sudah kembali ke komputer, eh ada yang lewat disamping saya tapi sangat cepat sekali pergerakkannya itu makhluk. Ah, paling kecoa dalam hati saya waktu itu, tapi lincah amat kecoa larinya. Saya ngga terlalu lama memikirkannya, karena saya malas untuk berkonsentrasi.

Wah ternyata makhluk yang sok misterius itu dan mempunyai kecepatan tinggi, menampakkan dirinya walaupun sebentar tapi saya tau siapa dia dan dari golongan apa?. Mungkin dia tau saya malas untuk mencari tau siapa dirinya. Iya, ternyata itu tikus kecil. Argh! mungkin tikus yang masih meminta susu dari ibunya masih nakal-nakalnya, yah sekitar 5 bulan atau satu tahun lah umurnya, itu saya menebak-nebaknya dia punya umur berapa?. Saya pun langsung memberi namanya yaitu Bocil biar enak kali nanti saya kesal lalu marah-marah bisa menghujat dia punya nama, karena bila saya marah lalu bilang “ dasar Tikus sialan…” bisa-bisa itu makhluk-makhluk yang merasa dirinya tikus bisa balik menghujat saya karena tidak semua tikus itu nakal.

Dirumah saya ada tikus bukan karena saya jorok dan ngga menjaga kebersihan rumah atau kamar, tetapi saya selalu membuka pintu untuk siapa saja yang mau masuk ke rumah kecuali kucing karena, saya tidak suka kucing. Pernah, ada kucing masuk ke rumah lewat jendela bukannya saya mengusir itu kucing, saya malah pergi ke kamar dan mengunci diri. Dan saya rasa itu tikus masuk lewat jendela juga, emang ngga ada sopannya itu tikus.

Kebesokkannya itu tikus sudah tidak canggung untuk melintas didepan saya, bahkan bertatapan dengan saya. Sampai pada akhirnya saya kesal sekali, karena dia tidak ada gunanya juga di rumah saya, boro-boro ngajak ngobrol, ngelewat didepan saya aja ngga permisi.

Pada sore hari, habis saya makan mie instan rasa soto didalam kamar dan mangkoknya masih ada disebelah saya dengan masih ada kuah didalamnya. Langsung saya maen komputer kembali habis makan. Dan itu tikus mungkin mencium harum aroma bekas mie tersebut, dia pun mengintip-ngintip dari belakang tempat tidur untuk mencicipi itu kuah soto berharap ada sehelai mie yang bisa membuatnya kenyang. Namun saat saya memalingkan muka ke dirinya, dia langsung kabur dan menyumput mungkin dia malu punya muka, apa takut dengan saya? padahal kita sama-sama makhluk Allah. Sampai akhirnya saya diam seperti patung karena kasihan juga melihat itu tikus yang lapar, dan saya pun teringat dengan cerita seorang pelacur yang memberi air kepada anjing dan wanita itu pun bisa masuk surga.

Wah, wanita itu saja hanya ngasih air minum bisa masuk surga, apalagi saya ngasih air dan berasa manis, pedas, dan asemnya kuah soto. Tapi sayang niat dihati saya tidak seperti kebaikkan wanita pelacur itu, karena didalam niat saya, apabila tikus mendekat akan saya pukul dengan stik drum. Baru mau memukul, tikus langsung kabur dengan reflek yang bagus. Saya pun dapet ide, untuk menjadi patung sambil memegang ember jadi apabila dia mendekat akan saya tutup dengan ember, agar tidak kabur, karena apabila saya pukul dan kena, saya harus mebersihkan itu lantai yang bernoda kan darah tikus. Saya pun mulai menjadi patung yang berposisi jongkok dengan tangan memegang ember. Emang dasar tikus jahat, dia lama sekali keluar dari persembunyiannya jadi saya harus jadi patung selama 20 menit, mungkin dia pun tertawa dan berfikir. Ada apa dengan manusia ini? sungguh perbuatan yang konyol.

Akhirnya dia keluar dari persembunyiannya, tapi bukan untuk kembali ke kuah soto melainkan kabur keluar kamar. Argh! tikus yang pintar dan saya yang bodoh. Tak tau dia kabur ke arah mana, karena sangat cepat larinya dan saya ngga coba untuk mengejar dia.

Besoknya saat saya sedang nonton DVD, dia lari-lari kesana kemari dengan semangat dan mencoba menggoda saya untuk menangkapnya. Tapi saya tak mau terkecoh kembali, saya biarkan dia bermain hingga cape dan saya kasih kesempatan untuk dia bersenag-senang dirumah ini. Karena, saya punya rencana untuk beli perangkap tikus atau lem tikus lah agar dia tertangkap.

Hari kamis, hari dimana saya menulis ini, hari dimana saya tidak pergi mencari ilmu kekampus, hari dimana saya bisa berlama-lama di rumah ini, hari dimana saya bisa mewujudkan niat itu. Namun saat siang hari, disaat saya lupa dengan niat untuk membeli perangkap tikus dan malah asik bermain komputer.

Terdengar suara berisik sekali, saya berfikirnya ada orang yang sedang sibuk bekerja atau kucing yang sedang maen di atas genteng, dan saya pun nyoba untuk mencari sumber suara itu dan terdengar jelas di dapur saya. Saat saya sampai di dapur dan apa yang sedang saya lihat, ternyata sumber suara itu adalah Bocil yang masuk kedalam tempat sampah dan ngga bisa keluar lagi dari situ. Senangnya saya saat itu, melihat tikus tersebut dengan giat dan susah payah untuk keluar dari tempat sampah. Saya pun terkejut ternyata didalam tempat sampah itu hanya ada bekas bungkus mie instan rasa soto dengan bekas plastik bumbunya. Mungkin dia masih terbayang dengan kuah soto itu, jadi tak apalah walaupun bumbunya juga. Saya pun langsung menutup tempat sampah itu dan terdengar suara berisik dia berontak untuk keluar. Saya diamkan dia terkurung didalam sana selama 20 menit, dimana saat itu dia juga membuat saya menjadi patung dan orang bodoh selama 20 menit.
Karena tak tega untuk membunuhnya dan saya harus membersihkan juga nantinya, saya bawa keluar rumah itu tempat sampah. Saya pun langsung membuang tikus itu di dijalan depan rumah saya. Dia pun langsung lari dengan kencang dan masuk ke rumah tetangga saya.

Hai Bocil, saya mengurung kamu ditempat sampah bukan karena saya kejam tapi semata-mata hanya sifat manusia yang suka dengan balas dendam.

Hai Bocil, semoga di rumah sebelah, kamu bisa mendapatkan kebahagian dan mimpi terwujud untuk menikmati mie instan rasa soto.

Hai Bocil, asal kau tau bahwa mie goreng lebih nikmat dari mie rasa soto.

Hai Bocil, jika kau rindu dengan rumah saya, janganlah kau masuk dengan diam-diam lewat jendela, karena rumah saya itu ada pintunya. Ok

Miss u, Bocil.

(Bandung, 7 Mei 2009)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda